PEDOMAN BUDIDAYA KUMIS KUCING

shares

PEDOMAN BUDIDAYA KUMIS KUCING - Budidaya Petani. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya kumis kucing. Berikut ini adalah pedoman tentang budidaya tanaman kumis kucing.
 

Penyiapan Bibit : Cara yg paling mudah & biasa utk mengembangkan kumis kucing adalah perbanyakan vegetatif dgn stek batang/cabang. Bahan tanaman diambil dari rumpun yg tumbuhnya normal, subur & sehat.
  • Pilih batang/cabang yg tidak terlalu tua atau muda & sudah berkayu.
  • Potong batang dgn pisau tajam/gunting pangkas yg bersih.
  • Potong-potong batang menjadi stek berukuran 15–20 cm berbuku 2-3.
  • Buang sebagian daun utk mengurangi penguapan air. 
Adapun kebutuhan bibit utk 1 hektar dgn jarak tanam 40 x 40 cm diperlukan 50.000-62.500 stek/ha. Teknik Penyemaian Bibit : Stek dapat langsung ditanam di kebun produksi atau ditanam dulu di persemaian. Di dalam persemaian stek ditanam dgn jarak tanam 10x10 cm. Stek yg masih segar langsung ditanam di lahan yg telah diolah sedalam 20 cm. Setelah itu disirami 1-2 kali sehari tergantung dari cuaca & hujan yg turun. Bila perlu persemaian dinaungi dgn naungan plastik transparan atau jerami/daun kering. Setelah timbul tunas baru, bibit dipindahkan ke kebun produksi..
  • Persiapan : Tanah diolah 30-40 cm, gulma & tanaman lain dibuang. Setelah diolah, tanah dibiarkan 15 hari.
  • Pembentukan Bedengan : Pembuatan bedengan dilakukan setelah pengolahan tanah yg kedua yaitu dgn menghancurkan bongkahan tanah pada pengolahan tanah yg pertama hingga mendapatkan struktur tanah yg remah & gembur. Pada saat pengolahan tanah kedua ini juga dianjurkan memberikan pupuk dasar berupa pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 50 – 60 ton per hektar bersamaan pada saat pembuatan bedengan. Bedengan dibuat selebar 100-120 cm tinggi 30 cm & jarak antar bedengan 40-50 cm. Panjang bedengan disesuaikan dgn keperluan & lahan
  • Pemupukan (sebelum tanam) : Buat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm dgn jarak tanam 40 x 60 cm. Masukkan pupuk kandang sebanyak 2,4-3,2 kg/lubang & tutup lubang tanah. Campur tanah bedengan dgn 15-20 kg/ha pupuk kandang sapi.
  1. Penentuan Pola Tanaman : Waktu tanam terbaik adalah di awal musim hujan (Oktober-Desember) kecuali jika air tersedia sepanjang tahun, waktu tanam bisa dilaksanakan kapan saja.
  2. Pembuatan Lubang Tanam : Buat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm dgn jarak tanam 40 x 40 cm
  3. Cara Penanaman :
    • Pilih bibit yg baik dari pembibitan.
    • Buat lubang kecil di tempat lubang tanam.
    • Tanamkan bibit/stek tegak lurus sedalam 5 cm atau 1/3 bagian dari pangkal batang stek. Setiap lubang diisi 4-6 bibit/stek.
    • Padatkan tanah di sekitar bibit.
    • Sirami sampai cukup basah.
  4. Perioda Tanam : Penanaman tanaman ini bias dilakukan sepanjang tahun yaitu dgn membongkar tanaman tua yg telah mengeras berkayu & tidak produktif lagi atau daunnya jarang & kecil-kecil, kemudian menanam ulang dgn tanaman baru yg masih muda.
  1. Penyulaman : Dilakukan antara 1-15 hari setelah tanam utk tetap menjaga pertanaman pada jarak tanam yg telah ditentukan (40 x 40cm). Penyulaman dilakukan terutama pada tanaman yg mati atau tumbuh tidak normal dgn tanaman baru yg umurnya tidak berbeda jauh, sehingga pertumbuhan selanjutnya akan tetap sama & seragam.
  2. Penyiangan : Gulma disiangi secara kontinyu utk mengurangi persaingan unsur hara. Penyiangan biasanya dilakukan agak sering saat tanaman masih muda sehingga lahan di atara tanaman masih terbuka karena kanopi tanaman belum tumbuh besar. Tetapi pada tanaman dewasa periode penyiangan sudah agak jarang karena kanopi pada masing-masing tanaman akan saling menutup permukaan tanah, sehingga akan menekan pertumbuhan gulma di bawahnya.
  3. Pemupukan :
    • Pemupukan Organik : Pemupukan secara organic dgn menggunakan pupuk kompos yg merupakan pupuk organic komplek dapat diberikan sbb: Sebagai pupuk dasar telah diuraikan di atas yg diberikan pada saat penyiapan media tanam. Selanjutnya pupuk kompos organic dapat diberikan setiap bulan sekali sebanyak 1 – 2kg setiap tanaman. Pemupukan pada tanaman dewasa bisa lebih sering yaitu setiap 2 – 3 minggu sekali sebesar 1.5 – 3kg per tanaman & terutama diberikan setelah dilakukan pemanenan/perompesan daun sehingga pertumbuhan selanjutnya akan lebih baik.
    • Pemupukan Konvensional : Dosis pupuk anjuran adalah 75 kg/ha urea yg diberikan setiap 3 kali panen atau 6-9 minggu sekali. Pupuk disebar di dalam larikan dangkal antara baris tanaman & segera ditutup tanah.
  4. Pengairan & Penyiraman : Pada awal pertumbuhan, tanaman diairi/disiram 1-2 kali sehari. Setelah tanaman terlihat kokoh & rimbun, penyiraman dikurangi. Frekuensi penyiraman selanjutnya tergantung cuaca, yg penting tanah tidak sampai kering. Penambahan air dapat dilakukan dgn cara disiram atau menggenangi saluran di antara bedengan dgn air.
  5. Waktu Penyemprotan Pestisida : Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala serangan hama penyakit. [Baca selengkapnya tentang budidaya tanaman kumis secara lengkap di >> Budidaya Tanaman Kumis Kucing]
Demikian artikel tentang Pedoman Budidaya Kumis Kucing, semoga bermanfaat 

Baca Juga:
SYARAT PERTUMBUHAN KUMIS KUCING
HAMA & PENYAKIT TANAMAN MANGGIS
Teknik Menanam Buah Manggis
Pengolahan Media Tanam Manggis
Terimakasih atas kunjungannya.

Related Posts

0 komentar:

Poskan Komentar